Permintaan Batik Khas Magetan Meningkat Jelang Lebaran

Magetan - Permintaan batik khas Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Batik
Sidomukti, mengalami peningkatan cukup signifikan menjelang Lebaran
tahun 2011.
"Tren naiknya malah sudah terjadi sejak dua
bulan terakhir. Banyak sekali yang beli langsung di galeri ataupun pesan
terlebih dahulu," kata Tikno, Koordinator Batik Sidomukti, di sentra
kerajinan batik Sidomukti, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Magetan,
Minggu.
Ia mengatakan, kenaikan permintaan meningkat hingga 100 persen jika dibandingkan pada bulan-bulan biasa.
Menurut dia, kenaikan permintaan terjadi pada semua jenis batik
Sidomukti. Baik itu jenis batik tulis, cap, ataupun cetak. Seperti
permintaan batik tulis pada bulan normal rata-rata mencapai 150 potong,
namun menghadapi lebaran meningkat hingga lebih dari 300 potong.
Kemudian, permintaan batik cap naik dari 200 potong pada bulan
normal, menjadi lebih dari 400 potong. Demikian juga dengan batik cetak
yang juga mengalami kenaikan signifikan, hingga bisa memproduksi 1.000
potong per harinya.
"Peningkatan permintaan ini
dipengaruhi oleh perilaku konsumen yang menjadikan batik sebagai cindera
mata saat perayaan hari Lebaran," kata Tikno.
Pihaknya
menilai, secara umum peminat batik khas Magetan, Batik Sidomukti, terus
meningkat dari tahun ke tahun seiring semakin populernya batik di
Indonesia.
Di kalangan menengah ke atas, batik tulis
menjadi pilihan favorit, sementara bagi kalangan bawah, batik cap maupun
batik cetak menjadi pilihan praktis karena harganya yang cukup
terjangkau.
Adapun untuk jenis batik tulis, harganya
dipatok berkisar antara Rp300 ribu hingga jutaan rupiah. Hal ini
tergantung dari bahan kain batik dan tingkat kerumitan corak batik.
Sedangkan untuk batik cap dan cetak, harga yang ditentukan
mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu Rupiah. Selain diproduksi
dalam bentuk lembaran kain, batik cap dan cetak Sidomukti juga
diproduksi dalam bentuk syal atau ikat kepala sehingga harganya lebih
murah.
"Saya kemari untuk mengambil pesanan batik
Magetan. Batik-batik ini saya beli sebagai cindera mata untuk
saudara-saudara saya yang akan mudik pada Lebaran nanti," ujar salah
satu pembeli batik di galeri kerajinan Batik Sidomukti, Bintari.
Ia mengaku, selain suka, Batik Sidomukti yang dipesannya
tersebut akan dikenalkan kepada saudara-saudaranya agar mereka tahu
bahwa di Magetan juga ada batik.
Di sentra kerajinan
Batik Sidomukti di Desa Sidomukti, Plaosan, terdapat sedikitnya enam
unit usaha batik. Setelah sempat vakum, kini mulai menunjukkan kegiatan
dan telah memiliki sekitar 100 pembatik yang merupakan ibu-ibu penduduk
desa setempat. Batik Sidomukti memiliki ciri khas motif "Pring Sedapur"
atau serumpun bambu.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF










Visitors :161422 Org
Hits : 319620 hits
Month : 2332 Users