BPBD Ponorogo Identifikasi Pemukiman Rawan Longsor

Ponorogo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa
Timur melakukan identifikasi terhadap sejumlah rumah dan pemukiman yang
ditengarai rawan terdampak bencana longsor.
"Tindakan itu
akan kami lakukan, segera, demi menghindari insiden rumah ambruk seperti
barusan terjadi di pemukiman Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, kemarin
malam (Kamis)," kata Ketua Harian BPBD Ponorogo Siswanto, Jumat.
Ia tak menjelaskan secara terperinci teknis pengidentifikasian
dimaksud, Siswanto kepada wartawan hanya mengatakan bahwa pihaknya
tidak menginginkan peristiwa serupa terulang sehingga menyebabkan korban
jiwa.
Meski kesimpulan akhir runtuhnya bangunan rumah kios
milik seorang warga Desa Pangkal bernama Sriatin karena konstruksi
bangunan yang kurang kokoh, Siswanto mengakui hal itu juga diperparah
kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian yang tergolong labil, karena
berada di wilayah pegunungan.
"Sekitar 200 meter ada tanah
yang retak-retak. Rumah juga berada di tepi jalan raya, sehingga ada
kemungkinan kendaraan yang lewat menimbulkan getaran-getaran," ujarnya.
Diceritakan, peristiwa ambruknya bangunan kios milik Sriatin
terjadi pada Kamis, (9/2) petang, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu,
rumah dan kios milik Sriatin tengah ramai oleh pembeli, namun tiba-tiba
atap bangunan roboh dan menimpa orang-orang yang ada di bawahnya.
Melihat kondisi mengenaskan itu, Sukoco dan sejumlah warga lainnya
lantas mencoba mengevakuasi para korban dari bawah reruntuhan rumah.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kesepuluh orang
yang tertimpa atap bangunan dan sebagian tembok diinformasikan
mengalami luka-luka cukup parah.
Total ada sepuluh orang
yang menjadi korban, dua orang di antaranya adalah pemilik rumah. Para
korban yang berhasil dikeluarkan kemudian dilarikan ke balai pengobatan
terdekat.
Namun karena lukanya yang cukup parah, tiga orang
kini masih menjalani perawatan intensif. Dua orang dirawat di Rumah
Sakit Aisiyah dan satu orang lainnya berada di Puskesmas setempat. Para
korban umumnya menderita luka-luka di bagian kepala.
Untuk
membantu meringankan bencana pihak BPBD berkoordinasi dengan unsur
Muspika Kecamatan Sawoo. Utamanya guna pembersihan sisa-sisa puing rumah
dan tanah.
Selain itu BPBD juga menyalurkan kebutuhan
logistik bagi kebutuhan keluarga korban maupun tenaga di lapangan.
"Sedangkan untuk santunan masih kami usulkan," kata Siswanto. (*)
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF










Visitors :161450 Org
Hits : 319659 hits
Month : 2332 Users