Kiriman Alat Lambat Bikin E-KTP Telat

SURABAYA| SURYA Online-Minimnya peralatan menjadi
biang molornya target penyelesaian program e-KTP di Surabaya dan
sejumlah daerah lain di Jatim. Peralatan yang dibutuhkan tidak dapat
dipenuhi pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
Surabaya yang berdasar jumlah wajib KTP mestinya
mendapat jatah bantuan alat sebanyak 101, tapi hingga saat ini baru 79
alat saja. Ini berarti, terdapat kekurangan alat sebanyak 22 unit.
Khusus 79 alat yang sudah sampai ke 31 kecamatan di
Surabaya, 62 alat diberikan pada tahun 2011, sementara 17 alat
diberikan tahun ini. ”Sesuai kesepakatan, tahun ini Surabaya mestinya
mendapat tambahan 24 alat. Tapi hingga saat ini yang bisa dioperasionalkan baru 17 alat saja,” jelas Sambudi.
Menurut Sambudi, jika sampai bulan
April nanti cetak e-KTP belum selesai, maka untuk pembuatan setelah itu
anggarannya akan dibebankan kepada APBD. ”Itu sesuai aturan yang ada dan
sebagai bentuk konsekwensi,” tegasnya.
Kepala Disnakertransduk Jatim, Hary
Soegiri menjelaskan, pada tahap awal pembuatan e-KTP di Jatim dilakukan
di 12 kabupaten/kota. Yakni, Surabaya, Batu, Kota Blitar, Kota Kediri,
Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Sidoarjo,
Sampang, Ngawi, dan Pemekasan. ”Dari 12 daerah jumlah wajib KTP yang
harus dilayani mencapai 7.348.000 orang,” katanya.
Dengan kurangnya alat dan mengingat
mepetnya waktu, Pemprov Jatim, kata Hary mendesak Kemendagri segera
mengirimkan alat yang kurang tersebut, agar pembuatan e-KTP tidak molor
dan semakin carut-marut. ”Terutama pengiriman untuk alat untuk daerah
yang paling banyak kekurangan, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Kota
Malang,” imbuhnya.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF










Visitors :161451 Org
Hits : 319663 hits
Month : 2332 Users