Nama Madiun bisa dikaitkan dengan nama kotamadya saat ini, nama
kabupaten saat ini, maupun nama eks-karesidenan yang meliputi Madiun
kota, kabupaten, dan Magetan, Ngawi, Ponorogo, serta Pacitan.
Eks-karesidenan tersebut merupakan kelanjutan dari kerajaan Madiun kuno.
Banyak yang menyatakan Madiun merupakan wilayah mati, mandeg dan
stagnan. Karena urat nadinya seakan berdetak dengan sangat
pelan.Aktifitasnya seakan tidak ada geliat dinamika yang berarti. Dan
akhirnya Madiun mendapat julukan sebagai "Kota Pensiunan".
Bila dipandang dari potensi yang dimilikinya, selayaknya Madiun
menjadi wilayah pelopor. Di tempat ini ada industri kereta yang terkenal
itu. Masih diseputaran arah barat ada wisata Telaga Sarangan yang
keindahannya tidak kalah dengan industri wisata daerah lainnya di
Indonesia. Dari segi sumber daya manusia, para pelajar madiun telah
mendapatkan penghargaan ditingkat regional, nasional maupun
internasional.
Dari segi Etimologi, nama Madiun berasal dari kata ; Mbedi dan Ayun
menjadi Mbediayun selanjutnya Mbediyun dan berakhir menjadi Madiun yang
mempunyai arti perang di sekitar sendang(mbeji : sendang, ayun :
perang).Maka tidak lah salah maka madiun kini harus berperang kembali.
berperang dengan arus globalisasi. Globalisai informasi dan industri
yang siap melumatkan segalanya bila tidak ada kesiapannya.
OpenMadiun Dot Com sendiri merupakan media kampanye komunitas Titah
Saraswati Madiun ( Kawiwara Titah Selokatama ) dalam menggemakan
pentingnya media berbasis komunitas. Dengan mengedepankan
prinsip-prinsip lokal, akhirnya media ini dijadikan sebagai senjata
dalam pengembangan citizen journalims atau jurnalisme warga/publik.
Dengan cara tersebut kita harus perjuangkan madiun dalam segala
keterbukaan !!!! KETERBUKAAN WILAYAH (OPENHOUSE), KETERBUKAAN PEMIKIRAB
(OPENMINDED), KETERBUKAAN TEHNOLIGI (OPENSOURCE) dan KETERBUKAAN KARYA
CIPTA (OPENBOOKS)